Skip to main content

Sasar Investor Penerbangan dan Teknologi, BP Batam Jemput Peluang Investasi di Korea Selatan

Fernandes Tampubolon
Editor Fernandes Tampubolon
2 min read
IMG-20261022-WA0232

​BATAM, kabarkepri.co.id ] — Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak aktif menggaet peluang investasi baru dari Korea Selatan melalui ajang South Korea Aero Summit 2026 dan pertemuan dengan KBRI Seoul pada Rabu (21/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk menjaga momentum melonjaknya investasi Negeri Ginseng di Batam.

​Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM RI, nilai investasi Korea Selatan di Batam pada semester I 2026 melonjak tajam mencapai Rp1,175 triliun. Angka ini melonjak hingga 34 kali lipat dibandingkan total investasi sepanjang 2025 dan menempatkan Korea Selatan sebagai investor asing terbesar ketiga di Batam (6,60% dari total PMA).

​Pergeseran fokus investasi juga terlihat jelas. Jika pada 2025 investasi tersebar di sektor perikanan, mesin, dan kimia, kini sebesar 99,6 persen (Rp1,170 triliun) terfokus pada sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi—khususnya melalui pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim oleh PT Bandara Internasional Batam.

​Fokus Utama dan Strategi BP Batam:

​- Promosi Sektor Penerbangan

Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, memaparkan potensi industri perawatan pesawat (MRO), kargo udara, dan fasilitas pendukung Bandara Hang Nadim agar terhubung dengan rantai pasok global.

​- Kolaborasi dengan KBRI Seoul

Delegasi BP Batam berkoordinasi dengan KBRI Seoul untuk menjaring calon investor, memfasilitasi pertemuan bisnis, dan mendorong kunjungan kerja ke Batam.

​- Sektor Sasaran

Memanfaatkan status kawasan perdagangan bebas (FTZ), 4 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan 31 kawasan industri, Batam membidik investasi di bidang semikonduktor, komponen kendaraan listrik, penerbangan, logistik, dan teknologi digital.

​- Studi Banding Pengelolaan Kawasan

Rangkaian agenda hingga 24 Oktober 2026 ini juga mencakup studi pengelolaan bandara dan kawasan ekonomi di Incheon untuk memperkuat ekosistem Bandara Hang Nadim.

​BP Batam berharap langkah proaktif ini dapat mengubah jejaring internasional menjadi proyek nyata yang mampu memperkuat industri lokal dan membuka banyak lapangan kerja baru bagi masyarakat Batam.(**)