BATAM, kabarkepri.co.id ] - Perkembangan teknologi yang sangat cepat membawa manfaat, namun juga risiko bagi anak-anak. Hal ini dibahas dalam diskusi publik bertema “Ruang Digital Anak Aman dan Sehat” yang dihadiri oleh pegiat literasi digital dan anggota DPR RI.
Pegiat Literasi Digital, Drs. Gun Gun Siswandi, M.Si, mengatakan bahwa tingginya penetrasi internet di Indonesia harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital agar penggunaan internet dapat memberikan manfaat yang optimal, khususnya bagi generasi muda.
"Berdasarkan survei APJII tahun 2026, jumlah penduduk Indonesia yang terkoneksi internet mencapai 235.261.078 jiwa atau sekitar 81,72 persen dari total populasi. Data ini harus dimanfaatkan dengan baik melalui peningkatan kapasitas di bidang internet dan literasi digital agar anak-anak memperoleh konten yang sesuai usia serta memberikan nilai tambah bagi pengelolaan internet di Indonesia," ujarnya Selasa, (23/6).
Data menunjukkan bahwa penggunaan internet di kalangan anak-anak Indonesia sangat tinggi. Sebanyak 48 persen pengguna internet di Indonesia adalah anak di bawah 18 tahun, dengan durasi penggunaan rata-rata mencapai tujuh jam setiap hari.
Kondisi ini memerlukan perhatian serius karena banyaknya ancaman bagi anak di dunia maya, resiko di balik layar, di antaranya, judi online, perundungan siber (cyberbullying), pornografi.serta konten negatif lainnya.
Bahkan, terdapat laporan yang menyebutkan puluhan ribu anak terpapar judi online, termasuk mereka yang berusia di bawah 10 tahun. Untuk itu peran keluarga dan masyarakat sangat dibutuhkan.
Sementara itu, Dr. H. Sukamta, Anggota DPR RI, menilai teknologi digital merupakan hasil dari revolusi industri yang telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Bahkan, menurutnya, saat ini dunia telah memasuki era revolusi industri berikutnya yang ditandai dengan berkembangnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Teknologi digital telah memberikan banyak manfaat, mulai dari menghubungkan masyarakat, mempertemukan pasar dengan produsen, hingga mempermudah akses terhadap pengetahuan. Semua itu kini dapat dilakukan dengan sangat mudah melalui telepon genggam," ujarnya.
Para ahli menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak bisa dihindari, namun penggunaannya harus dikelola dengan bijak. Berikut adalah langkah penting yang perlu dilakukan :
Peningkatan Literasi: Masyarakat perlu memahami cara menggunakan internet secara sehat dan produktif.
Pengawasan Orang Tua: Orang tua diharapkan aktif memantau aktivitas anak di internet dan membangun komunikasi terbuka agar anak merasa nyaman bercerita.
Tanggung Jawab Bersama: Pemerintah, masyarakat, keluarga, hingga pihak penyedia layanan digital harus bekerja sama menciptakan ekosistem internet yang lebih aman.
Diskusi ini diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap aktivitas digital anak, agar internet menjadi tempat yang bermanfaat bagi masa depan generasi muda.(**)