BATAM, kabarkepri.co.id ] - Gedung milik perkumpulan Ikatan Seluruh Etnis Batak Sabang Sampai Merauke (ISENABASA ) Kota Batam di kawasan Batam Center dikabarkan mangkrak dan terbengkalai sejak Tahun 2011.
Beberapa tokoh dan pemuda dari Batak coba menelisik keberadaan aset milik perkumpulan ISENABASA ini. Kenapa pembangunan di stop dan bangunan terbengkalai ?
Dalam perkumpulan ISENABASA ini, terinformasi ada 5 subetnis Batak yang masuk yakni, Batak Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, dan Mandailing-Angkola.
Lalu bagaimana cerita awal aset yang terbengkalai ini ?.
Menurut sumber media ini, di tahun 2000 an perkumpulan ISENABASA ini didirikan. Ketuanya John Kennedy Aritonang, Sekretaris Sabar Malau. Pendirinya Benny Panjaitan, Ivan Siregar, Gembira Ginting, Rustam Bangun, Nutrin Sihaloho, dll.
Di tahun2002, ISENABASA mengajukan permohonan lahan dengan berbadan hukum yayasan ke Badan Pengusahaan (BP) Batam. Permohonan terealisasi, diberikan lahan lebih kurang seluas 3,5 Ha di kawasan dekat dengan Perumahan Puri Legenda & Bida Asri 1.
Berjalannya waktu, untuk memenuhi pembayaran Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) sebagian lahan diduga dihibahkan kepihak ketiga. Sehingga saat ini, lahan tersisa diperkirakan seluas 2 ha.
Pada tahun 2011, pembangunan gedung pertemuan terlaksana dengan luas 50 m x 40 m dengan rencana anggaran bangunan sebesar Rp 1,8 Miliar. Namun, entah bagaimana pembangunan pembangunan gedung terhenti hingga saat ini tahun 2026, atau sekira 15 tahun berjalan.
"Pembangunan baru setengah jalan, pembangunan distop karena kurang dana," kata Ramali Padang kontraktor pembangunan.
Dari hasil penelusuran tokoh dan pemuda Batak di Kota Batam, dikabarkan ada masalah internal, kuat dugaan struktur pengurusan di Yayasan ISENABASA sudah berganti dan tidak seperti awal mewakili 5 subetnis.
"Kami berharap para pendiri paguyuban ISENABASA kumpul lagi untuk mencari solusi. Beberapa sudah almarhum, yang tinggal rata-rata sudah 70-an. Para sesepuh tinggalkan legasi baik untuk generasi muda," ujar sumber.
Warga Batak di Kota Batam berharap pembangunan gedung ini jangan dibiarkan terbengkalai berkepanjangan, harus segera diselesaikan agar gedung bisa difungsikan sebagaimana mestinya. Sebab gedung ini sangat dibutuhkan untuk generasi berkelanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, media ini coba melakukan konfirmasi kepada Jhon Kennedy Aritonang selaku Ketua ISENABASA dimasa itu dan terkait kepengurusan paguyuban ISENABASA saat ini. Apa penyebab lahan dan pembangunan gedung pertemuan tidak berlanjut dan terbengkalai. Hingga berita ini diturunkan konfirmasi dimaksud belum direspon dan masih menunggu informasi. (**)

