Skip to main content

BP Batam Tinjau Titik Drainase dan PJU, 29 Titik Banjir Ditangani Komprehensif

Fernandes Tampubolon
Editor Fernandes Tampubolon
2 min read
IMG-20260828-WA0119

​BATAM, kabarkepri.co.id ] - Upaya penanganan banjir di Kota Batam terus menunjukkan progres signifikan. Sebanyak 29 titik banjir kini telah ditangani melalui pembenahan infrastruktur terpadu, baik yang dikerjakan langsung oleh BP Batam maupun lewat sinergi strategis bersama Pemerintah Kota Batam.

​Untuk memastikan efektivitas di lapangan, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, memimpin langsung serangkaian peninjauan lapangan pada Selasa (25/8) dan Kamis (27/8). Peninjauan ini menyasar sejumlah titik krusial, mulai dari Drainase Jalan S. Parman di Piayu, depan RS Graha Hermine Batu Aji, Spillway Muka Kuning, hingga kawasan Jalan Tengku Sulung dan Jalan Hang Tuah di Kelurahan Belian.

​Dalam peninjauan tersebut, jajaran pimpinan BP Batam mengecek secara mendalam hambatan aliran air akibat sedimentasi, progres normalisasi saluran, hingga kebutuhan penyediaan akses jalan inspeksi. Selain infrastruktur pengendali banjir, peninjauan juga mencakup rencana pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Simpang Pollux–Simpang Telkom guna menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

​“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Infrastruktur seperti drainase maupun penerangan jalan memiliki manfaat yang langsung dirasakan masyarakat, sehingga perlu kita perhatikan dan evaluasi sesuai kondisi serta kebutuhan masing-masing lokasi,” kata Li Claudia.

​Ia juga menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur harus diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat dan dilakukan secara berkelanjutan.

​“Pembenahan infrastruktur yang kita lakukan harus berorientasi pada kenyamanan aktivitas harian warga. Di saat yang sama, peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat dibutuhkan agar fungsi drainase tetap optimal,” ujar Li Claudia.

​Sementara itu, Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengatakan evaluasi kondisi lapangan akan terus dilakukan agar penanganan yang disiapkan sesuai dengan kondisi aktual masing-masing kawasan.

​“Tim teknis kami akan terus melakukan evaluasi berkala di lapangan agar formulasi penanganan tepat sasaran sesuai kondisi aktual,” kata Mouris.

​Hasil nyata dari komitmen pembenahan ini salah satunya telah dirasakan di kawasan Simpang Kabil atau Simpang Kepri Mal. Melalui skema proyek multiyears 2026-2027, BP Batam melakukan peningkatan saluran drainase di kawasan tersebut. Setelah penanganan dilakukan, genangan yang sebelumnya kerap terjadi saat hujan kini sudah tidak lagi dirasakan masyarakat. Capaian ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BP Batam dan Pemkot Batam dalam memperkuat infrastruktur dasar Kota Batam.(**)