BATAM, kabarkepri. co. id | Anggur Shine Muscat import yang sempat viral karena mengandung pestisida tinggi ternyata beredar bebas di pasaran Batam. Dalam pantauan tim kabarkepri. co. id penjualan anggur import ini sudah menjangkau sampai ke penjual buah kaki lima di pelosok Batam.
Salah satunya penjual buah di daerah Piayu Batam mengaku mendapat anggur tersebut dari pemasok di Batu Ampar. Anggur tersebut di jual dengan harga Rp 35.000 per 500 gram.
"Ada salesnya yang datang pak dari Batu Ampar untuk mengantarkan pesanan anggur ini " Kata Lis penjual buah di Piayu.
Di tanya lebih jauh tentang identitas sales, Lis menolak untuk memberikan informasi lebih detail.
Kasus anggur Shine Muscat dari Thailand. Pada awal Oktober 2024 tiga lembaga utama Thailand yaitu Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (Thai-PAN), Dewan Keamanan Konsumen Thailand (TCC), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Thailand (FDA) melakukan pengambilan sampel secara sistematis. Dalam proses ini, sebanyak 24 sampel diambil dari 15 lokasi berbeda di Bangkok dan sekitarnya, dengan 9 sampel diantaranya berasal dari China.
Hasil pengujian laboratorium mengungkapkan temuan yang mengkhawatirkan. Tim peneliti menemukan 50 jenis residu beracun dalam sampel yang diuji, dengan 14 bahan kimia berbahaya melebihi batas aman 0,01 mg/kg. Yang lebih mengkhawatirkan, 22 dari residu yang ditemukan bahkan tidak diatur dalam hukum Thailand, menunjukkan adanya celah dalam regulasi keamanan pangan.
Lebih lanjut, analisis menunjukkan bahwa 37 dari 50 zat yang ditemukan merupakan pestisida sistemik, yang berarti zat-zat ini telah meresap ke dalam jaringan buah dan sulit untuk dihilangkan dengan pencucian biasa. Temuan ini memicu kekhawatiran serius tentang keamanan konsumsi anggur Shine Muscat yang beredar di pasaran.(***)

